Kesal dicari-cari Kesalahannya, Kades Muamar Tantang Oknum Wartawan

Mesuji Tempo (Mesuji)Lampung // Ada kabar mengejutkan di seputar kalangan Kepala Desa Kabupaten Mesuji pagi ini, Minggu, (22/1/2023). Kepala Desa Sidomulyo, Muamar melalui beberapa media online, menyampaikan, dirinya menantang Dedi Hamid, oknum wartawan yang membuat dirinya kesal ke Sungai Wiralaga.

“Kita Hidup ini tidak ada yang sempurna, apa lagi kepala desa banyak salah Kepala desa itu ibarat SAMPAH, dan UANG selalu di anggap jelek dan selalu dicari-cari kesalahan. Padahal dibalik kesibukan untuk menghadapai permasalahan dan problem Di desa, contoh urusan rentener, utang piutang, cekcok keluarga, Jalan Rusak karna ada Gelam,Dan Tobong Arang dan lain lain, itu arahnya penyelesaiannya di kepala desa itu lebih berat. Sampai-sampai gak mikir keluarga. Dana desa oh dana, apakah di instansi lain gak ada dana lebih besar dari Dana Yang masuk di Desa Mas itu aja, Kades selalu dibuat incaran kan JANCUK Namanya. Sebut aja di berita itu, DEDI DI TUNGGU KADES SIDOMULYO DI SUNGAI WIRALAGA,” ungkap Muamar kesal.

Muamar menceritakan, bahwa si Dedi Hamid mencari-cari kesalahannya karena menurut Dedi dirinya tidak kebagian dana publikasi Desa Sidomulyo, Kecamatan Mesuji Induk 2 tahun berturut-turut.

“Ya karena 2 tahun dia tidak dapat uang Publikasi, tapi cuma dapat uang Rokok,Uang Bensin dari saya, gak tau terima kasih ya,” ujarnya menyayangkan.

Selain karena hal itu, menurut Muamar oknum wartawan bernama Dedi Hamid mencari-cari kesalahannya karena ada oknum Masyarakat yang memerintahkan.

“Iya iya iya, ada yang nyuruh dia si oknum masyarakat,” Ujar mas Ganteng juga Media yang berdomisili di Sidomulyo

Untuk diketahui, Desa Sidomulyo 2tahun ini tidak menganggarkan Dana Publikasi. Namun Kades Muamar selalu berbagi rezeki kepada sedikitnya 70 awak media dan LSM.

“Sidomulyo tidak ada dana publikasi, tapi setiap Tahun tidak kurang dari 70 Sahabat wartawan dan LSM, dan Pasti dalam 3 Musim di saat mau idul fitri, Idul Adha, & akhir tahun kami berbagi Rasa untuk beli daging, hal ini guna untuk menjalin hubungan silaturahmi yang baik. Dan Dedi sebenarnya juga udah pernah dikasih, tapi kok seperti ini,” sesalnya.(Bogelim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *