Pekerjaan Proyek Jalan Terbanggi – Bujung Tenuk Diduga Tidak Sesuai RAB

Mesuji Tempo // Tulang Bawang Lampung

Pekerjaan proyek jalan Terbanggi Bujung Tenuk menggala disinyalir tidak mengedepankan kuliatas, terlihat pada saat ngegelar Hotmic saat turun hujan, dimana bekas kerukan jalan masih tergenang air hujan, teihat langsung dari pantauan beberapa awak media yang mengabadikan dokumentasi video dan poto proyek yang di kerjakan oleh PT TCP.

 

” Bukan hanya itu ada beberapa galian nya kedalaman kurang maksimal yang seharusnya 20,cm itu ada sebagian cuma 15,cm saja, dan ini sudah pernah di tegur langsung oleh salah satu nara sumber yang pernah mengingatkan pihak kontraktor namun sepertinya di abaikan, Hendrik [ sy lgs ] selaku penanggung jawab dari PT TCP akan menegur anak buah di pangan ,namun kenyataannya tidak ikuti oleh pekerja dilapangan.

 

Kemudian kami dari Tim media melakukan pengambilan dokumentasi kembali pekerjaan perbaikan jembatan Bujung.Tenuk . Ini terlihat jelas untuk batu Pondasi nya kurang berkualitas, terlihat material yang ada seperti batu yang akan terpasang tidak akan kokoh, apa lagi ini untuk menompang beban kendaraan yang kadang mencapai 25 Ton kendaraan yang melintasi jembatan tersebut.

 

Joni mengatakan kepada awak media sangat dia menyayangkan apabila ini tidak di benahi oleh Kontraktor, Jika pondasi terpaksa harus berdiri pada lapisan batu yang tidak sesuai standar seperti batu hitam maka dikhawatirkan tidak akan kokoh.

Masih sambung Joni. Ini memungkin kan untuk digali, maka harus dipastikan bahwa batu tersebut cukup besar dan mampu menahan pondasi, dan antara pondasi dengan lapisan batu dibawahnya harus dipasang penahan geser, harapan Joni pekerjaan proyek tersebut haruslah mengedepankan kuliatas, bukan untuk memperbanyak keuntungan, karna Konsultan sudah punya itungan sendri, untuk pihak kontraktor, “ujar Joni kepada awak media.

 

Pondasi tidak boleh bergerak atau berpindah dari kedudukannya, untuk itu pondasi tidak boleh turun, terguling dan tergeser. Artinya pondasi harus memiliki daya dukung yang kuat dan kedudukan yang kokoh. Agar pondasi kuat dan kokoh dalam analisa

diperlukan angka keamanan (SF)

Tabel 4.1. Angka keamanan

c. Data Beban Bangunan Bawah Dan Data Tanah

 

” Masih lanjut Joni, terlebih lagi seperti serangan matrial yang di buang di dalam air sungai seharusnya di angkut alias di bersihkan, jangan sampai menyumbat aliran sungai, karna ada juga Masyarakat yang mencari penghasilan mencari ikan di aliran sungai itu sendiri, kita juga harus menjaga lingkungan jangan sampai tercemar air sungai karna bekas material proyek, “cetus ny.

 

Sesuai dengan Surat Edaran Menteri PUPR No. 07/SE/M/2015, 23

April 2015 Persyaratan Umum Perencanaan Jembatan

mempertimbangkan:

1) Kekuatan dan stabilitas struktur;

2) Kemudahan (pelaksanaan, pemeliharaan dan pemeriksaan);

3) Pertimbangan aspek lingkungan, sosial, dan aspek keselamatan

jalan;

4) Kenyamanan dan keselamatan (bagi pengguna jalan);

5) Keawetan dan kelayakan jangka panjang;

6) Ekonomis;

7) Estetika.

 

Itulah pungsi dari pada Konsultan Pengawas yang seharusnya bener-bener mengawasi proyek itu sendiri, karna ada pertanggung jawaban dari Konsultan tersebut bilamana perjalanan itu tidak sesuai dalam RAB (Rancangan Anggaran Belanja) harus tegas dalam sebuah perjaan jangan solah-olah menutup mata dengan kerjaan yang kurang baik.

Penulis Berita (Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *