Warga Resah,,, Marak Pencurian Di Simpang Mesuji Dan Simpang Pematang Sepekan Ini

Mesuji Tempo // Mesuji (Lampung)
Sudah tidak ada air, kemalingan pula, Sudah sakit ketimpa tangga pula. Itulah yang dirasakan warga Simpang Mesuji Dan pedagang Alun-Alun Simpang Pematang saat ini. Ketika dihebohkan warungnya kebobolan. Selasa(26/09/2023).

Jejak komplotan maling bobol dibeberapa lost warung, menyisakan rasa kekesalan campur geregetan, melihat warungnya sudah berantakkan, dan beberapa dagangan serta aset perlengkapan lainnya telah hilang.

Kebobolan terjadi ada lima (5) lost warung. Hal ini seperti diungkap Kisun salahsatu pedagang yang warungnya dibobol maling.

“Korek api hilang, Sprit satu kaleng, dan terlihat Kotak meja terbuka, begitupun kursi sudah berantakkan. Persoalannya, bukan seberapa besar nilai hilangnya tapi ini ” NgenyE” alias Ngejek Tenanan,”ungkapnya sembari menata warung.

Disisilain juga. Korban yang sama, yaitu pemilik Kedai Evelyn mengatakan isi beserta etalasenya dijebol.

“Sudah Sepi, Air tidak ada, tidak ngalir, sulit beraktivitas dagang, karena air kebutuhan utama. Ditambah, warung kebobolan lagi. Komplit sudah penderitaan,” tandasnya, mengeluhkan kejadian ini.

Sementara. Menurut warung lainnya. Seperti. Pemilik Kedai Tanpa Nama (Udin). Kejadian serupa sudah terjadi kedua kalinya. Saat ini yang raif diambil rokok elektrik kotaknya saja ditinggal dengan etalase telah terbuka dan isinya juga sudah berantakkan.

“Entah siapa yang maling. Pastinya ini, peringatan buat kita semua. Alun-Alun tidak biasa-biasa lagi. Marak Maling, kemudian Air tidak ada. Ini masalah serius yang harus segera diatasi. Saat ini mungkin hilang barang-barang kecil. Entah lusa, Entah Kapan bisa saja yang lebih besar lagi,” pungkasnya.

Pedagang berharap. Pengurus dan intansi terkait di Alun-Alun Simpang Pematang lebih ditingkatkan lagi perhatiannya terhadap dua persoalan Maling dan Tidak Adanya Air. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *