Lansia di Desa Simpang Mesuji Mendadak Tak Dapat Bansos Beras, Warga Soroti Keakuratan Data DTSEN

MESUJI, LAMPUNG – Sejumlah warga lanjut usia (lansia) di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, mendadak tak lagi menerima bantuan pangan berupa beras. Padahal sebelumnya mereka rutin terdaftar sebagai penerima.
Hilangnya bantuan tersebut menimbulkan kebingungan dan pertanyaan di tengah masyarakat.
Dugaan sementara mengarah pada perubahan data penerima dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini menjadi basis penyaluran program perlindungan sosial. Namun dugaan itu masih perlu pembuktian dengan membandingkan daftar penerima lama dan data terbaru.
Seorang warga lansia yang enggan disebutkan namanya mengaku heran.
”Dulu dapat, sekarang kok tidak? Ada apa ini?” keluhnya, Kamis (17/9/2026).
Dalam sistem DTSEN, pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan desil menjadi penentu utama sasaran bantuan. Perubahan desil dapat berdampak pada status penerima.
Pertanyaannya, apakah para lansia ini mengalami pergeseran desil? Atau ada persoalan lain dalam proses verifikasi dan penyaluran?
Warga menilai penyaluran bantuan saat ini tidak tepat sasaran. Warga yang dianggap mampu justru mendapatkan bantuan, sementara kelompok rentan seperti lansia malah tidak dapat.
Pemerintah Desa Simpang mesuji dan Dinas Sosial Kabupaten Mesuji diharapkan segera memberikan klarifikasi terkait perubahan daftar penerima.
Masyarakat juga perlu mendapat informasi jelas mengenai mekanisme pengaduan dan pembaruan data DTSEN jika data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Kasus ini menjadi penting karena menyangkut akurasi data, transparansi kebijakan, dan perlindungan kelompok rentan. Jangan sampai pemutakhiran data justru memutus akses warga yang masih sangat membutuhkan. (Red)
