Agustus 23, 2026

‎Istri Lahirkan Sendiri di UGD Puskesmas Wira Bangun, Kini Akbar Suseno Alami Trauma

0

MESUJI, LAMPUNG – Pengalaman pahit dialami Akbar Suseno, warga Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji. Ia terpaksa membantu istrinya melahirkan sendiri di ruang UGD Puskesmas Wira Bangun pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026.

‎Kejadian itu meninggalkan dampak psikologis bagi Akbar. Melalui unggahan di akun Facebook-nya, ia mengaku kondisinya belum pulih hingga saat ini.

‎“Semenjak kejadian itu sampai sekarang beban mental saya terganggu. Tiap ngomong bawaannya marah. Banyak tidak fokusnya. Dan badan rasanya capek banget, tensi darah tinggi,” tulis Akbar.

‎Kronologi Kejadian

‎Dalam unggahan yang viral tersebut, Akbar mengaku kesulitan mendapatkan pertolongan. Ia menyebut sudah berteriak dan mengetuk pintu serta kaca ruang petugas UGD yang bertuliskan “24 Jam”, namun tidak ada respons selama sekitar 30 menit.

‎“Setengah jam tidak ada pertolongan. Akhirnya istri saya melahirkan sendiri di ruang UGD. Saya yang memegang bayinya,” tulis Akbar.

‎Menurut pengakuannya, persalinan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB di atas tempat tidur UGD, bukan di ruang bersalin. Beberapa saat kemudian baru ada petugas perawat yang keluar dan membantu setelah ditegur.

‎Akbar juga menceritakan istrinya sempat pingsan di toilet dan mengalami pendarahan. Pada pukul 05.00 WIB, ia kembali memanggil petugas untuk memperbaiki infus.

‎“Saya ke puskesmas tujuannya minta pertolongan. Kok malah lahiran sendiri. Katanya ada bel, tapi saya sudah ketok-ketok pintu,” ujarnya.

‎Kasus ini memicu reaksi warganet di Facebook dan TikTok. Banyak yang menyoroti dugaan buruknya pelayanan di Puskesmas Wira Bangun. Masyarakat juga kecewa dengan kepala puskesmas dan Dinas Kesehatan yang dinilai belum tegas.

‎Dikonfirmasi via telepon, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji, Kusnandarsah, SKM., M.M., mengatakan pihaknya bersama Kepala Puskesmas dan perawat terkait telah mendatangi kediaman korban untuk meminta maaf.

‎“Alhamdulillah sudah diterima dengan baik. Dan saya sampaikan bahwa ini sudah selesai,” ujar Kusnandar.

‎Kepala Puskesmas Wira Bangun, Angga Wahyu Tribawono, saat ditemui awak media mengakui adanya kelalaian petugas. Ia menyebut korban saat itu terlalu panik.

‎“Kami menyampaikan permohonan maaf, dan telah memberikan sanksi teguran kepada tiga perawat yang bersangkutan. Pengaturan ruang jaga juga segera dipindahkan ke bagian depan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Angga.

‎Melalui pesan suara, Akbar mengaku telah memaafkan pihak puskesmas setelah didatangi dan diberi santunan sebesar Rp300.000 untuk bayinya.

‎“Ya intinya dia datang ke rumah minta maaf dan akan menekan ke pegawainya agar ada perubahan. Awalnya saya ga mau maafin, tapi akhirnya damai-damai. Saya juga ga mau panjang, yang penting ada pengingat agar besok-besok tidak terulang lagi,” kata Akbar.

‎Desakan dari Warganet

Peristiwa ini memicu beragam komentar. Akun FB BT menulis: “baguslah sudah viral, dua kali punya pengalaman yang ga enak di situ”.

‎Banyak warganet mendesak tindakan tegas, bukan hanya teguran, karena menyangkut nyawa. Mereka juga meminta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di UGD dan layanan kegawatdaruratan. _(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *