Kejari Mesuji Gelar Penerangan Hukum Kepada Para Pengawas Sekolah Dan Kepala Sekolah Bertemakan Kenali Hukum – Jauhi Hukuman

Mesuji Tempo // Mesuji (Lampung)
Kejaksaan Negeri Mesuji menggelar kegiatan Penerangan Hukum dengan Tema Kenali Hukum-Jauhi Hukuman.

Kegiatan itu diselenggarakan di SMP Negeri 2 Mesuji pada Selasa (21/3/2023), dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mesuji, Lampung.

Juga hadir para pengawas dan Kepala Sekolah SD, SMP hingga SMA se-Kabupaten Mesuji, Lampung.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mesuji Azi Tyawardana dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Dengan terselenggaranya kegiatan ini tentunya menjadi wadah untuk kita saling mengenal apa itu Kejaksaan,” ujarnya.

Azi menjelaskan jika Kejaksaan sendiri selain memiliki tugas dan wewenang menegakkan hukum.

Juga memiliki tugas pengayoman, penyuluhan hukum maupun pendampingan hukum.

Maka dari itu, pihaknya sangat berkomitmen melakukan pendampingan.

Agar dapat melakukan upaya pencegahan pelanggaran hukum, baik di Perangkat Daerah maupun di Sekolah.

Mengenai adanya dugaan pelanggaran hukum, Azi mengaku bahwa pihaknya tidak serta merta melakukan tindakan represif.

Melainkan melakukan upaya pengkajian atas perbuatan yang dilakukannya, apakah ada unsur sengaja atau tidak dan lain sebagainya.

“Tidak usah risau dan gelisah, selagi tidak ada masalah kita tidak akan melakukan tindakan hukum secara langsung,” ungkapnya.

Kesempatan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Mesuji Andi S Nugraha, ia menyampaikan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai wujud nyata kinerja Pemerintah RI.

“Melalui program yang berbunyi melakukan revolusi karakter bangsa yang menitikberatkan pada revolusi karakter bangsa di bidang pendidikan nasional,” ungkapnya.

Andi menuturkan program tersebut merupakan upaya inovasi dan komitemen Kejaksaan RI dalam meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara khususnya pendidik dan ketenaga pendidikan.

Agar mengerti dan memahami tentang hukum dan permasalahannya.

Selanjutnya, Andi mengungkapkan Kejaksaan memandang bahwa kepala sekolah merupakan gerbong utama yang berperan strategis.

Dalam pembangunan menentukan arah dan tujuan suatu negara di masa yang akan datang.

“Artinya masa depan suatu bangsa dan negara akan ditentukan dari kesiapan dan kemampuan serta kualitas dari pendidik dan ketenaga pendidikannya,” jelasnya.

Dijelaskan Andi tujuan program JMS ini adalah untuk melakukan pencegahan terjadinya tindak pidana.

Dengan cara pengenalan hukum serta pembinaan hukum sejak dini, agar nantinya pendidik dan ketenaga pendididkan tersebut tidak tersangkut permasalahan yang berkaitan dengan hukum.

Khususnya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan kenakalan remaja.

Ia pun berharap adanya program JMS 2023 ini mendapatkan output atau outcome yang baik.

Seperti terbentuknya kepribadian yang di memahami tentang hukum dan permasalahannya.

“Harapannya pendidik dan ketenaga pendidikan mentaati hukum, tata tertib, dan berperilaku yang tidak melanggar hukum,” harapnya.

 

Sumber : Tribun lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *