Masyarakat Keluhkan Berhamburan Debu Material Dari Proyek PT. Sang Bima Ratu

Mesuji Tempo //Mesuji (Lampung)

Pembangunan ruas Jalan Selamat datang Muara Tenang dari Kementrian PUPR RI yang dengan nama lain Inpres (Intruksi Presiden) dengan harapan akses jalan menuju Kota Mandiri mulus.

Meskipun proyek yang sedang berjalan berdasarkan hasil investigasi awak media di lokasi pacingplan (penumpukan material) di duga melanggar SOP pasalnya debu semen batu split dan pasir saat pencurahan di mesin molen, atau material yang tumpah dari mesin curah ke mobil molen, Selasa (24/10/2023).

Diduga telah mengotori polusi udara yang sangat berdampak negatif bagi Kesehatan warga disekitarnya. Saat awak media melakukan kontrol sosial yang ada di lokasi hanya bertemu dengan pekerja dan pegawai yang ada di pacingplan ( penumpukan material).

dikutip dari Nasional Institutes of Health (.gov) Menghirup debu semen tampaknya juga mempunyai dampak sekunder karena kemampuannya mencapai berbagai organ.

Menurut penelitian debu semen yang dihirup dapat masuk ke aliran darah dan mencapai hati karena ditemukan pembengkakan, peradangan, dan lesi di sekitar hati pada pekerja atau warga sekitar yang menghirupnya.

Menemukan penurunan kinerja otot-otot interkostal dan menyarankan bahwa ketika debu semen memasuki aliran darah, debu tersebut juga dapat mencapai dan mengendap di otot rangka, sehingga mempengaruhi struktur dan kinerjanya

partikel yang terhirup didapat juga menyebabkan gangguan pada sistem saraf.

Ciri-ciri tidak sehat lainnya seperti tekanan darah tinggi dan peningkatan berat badan yang signifikan ditemukan secara statistik menonjol bagi pekerja dan warga sekitar.

Penelitian juga mengungkapkan hubungan antara paparan debu semen dan penurunan hemoglobin dan sel darah merah pada pekerja atau warga sekitar.

Beberapa kelompok penelitian juga berspekulasi tentang translokasi partikel yang terhirup dari saluran pernapasan ke plasenta dan janin, yang berpotensi mempengaruhi keturunannya.

partikel semen dan debu material yang tersuspensi tidak hanya berdampak pada pekerja tetapi juga penduduk yang tinggal di dekat pacingplan atau sumber debu semen lainnya dari operasi produksi.

Saat awak media bertanya siapa yang bertanggung jawab di lapangan. pak wahyu Ujar salah satu pekerja, awak media mencoba konfirmasi pak wahyu melalui sambungan telpon whatsapp dan pesan whatsapp tidak ada jawaban hingga berita ini diterbitkan.(S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *